

Maaf! Tidak ada maksud subversif apalagi menghina sosok kepala negara dari judul di atas. Sumpah! Itu hanya untuk memancing perhatian saja. Maklum kan para pejabat kita belakangan ini sibuk sekali sehingga mungkin diperlukan sesuatu yang agak kontroversial untuk memancing perhatian mereka terhadap apa yang ingin saya sampaikan ini, yaitu -bisa ditebak dong- soal blogging.
Jadi begini saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Rasa-rasanya hare genee sudah banyak orang yang tahu apa itu blog. Bahkan banyak pejabat kita yang sejak lama juga punya blog dengan tampilan apik, padat informasi, rajin diperbaharui dan banyak pula komentarnya. Sejak masuk istana 5 tahun lalu, Pak Beye juga sudah punya “blog” di www.presidensby.info. Saya masih harus menggunakan tanda kutip di kata blog, karena kelihatan sekali situs itu masih ‘malu-malu’ untuk disebut blog padahal secara teknis sudah mengandung unsur-unsur yang sudah pantas disebut blog.
Jadi apa yang sebenarnya kita harapkan dari blog para petinggi negeri ini? Teori-teori blogging yang sudah ditularkan para pakar blogging dalam berbagai kesempatan workshop ini itu di seantero nusantara rasanya sudah lebih dari cukup. Tapi perkenankan saya menyoroti satu aspek saja yang rasanya masih kurang dari blog para pejabat kita. yaitu sentuhan pribadi pemilik blognya.
“Sampeyan gendeng opo? Wong ngurusi negara aja udah repot, lha ini lagi disuruh nulis blog sendiri. Apa kurangnya tim yang ngurusi blog.. eh situs saya itu?” Mungkin Pak Beye akan bilang begitu. Mungkin.. Mungkin juga saya ge er, tapi kenapa tidak mungkin?
Tapi begini penjelasan saya –kalau ditanya Pak Beye-. Tanpa harus ngeblog, kita juga sudah tahu kok apa saja yang dilakukan presiden kita itu. Tapi ada satu hal penting yang selama ini jarang ditonjolkan, yaitu sisi pribadi beliau, sisi beliau sebagai seorang manusia biasa seperti kita yang mungkin juga makan nasi, sayur lodeh, tempe goreng atau ikan asin. Beliau lebih sering ditampilkan sebagai sosok yang kaku, menakutkan dan membuatnya terasa jauuuuh sekali. Lupa ya pak waktu kampanye dulu pernah menyanyikan lagunya Jamrud di Akademi Fantasi Indosiar dengan jaket kulit yang bikin ibu-ibu menjerit-jerit. Mana sisi itu sekarang?
Saya tidak mau dan tidak bisa mewakili suara para blogger di Indonesia, tapi yang ingin saya lihat dari blog seorang presiden dan juga para pembantunya adalah sisi manusia mereka. Pokoknya tentang mereka sebagai manusia biasa seperti saya dan anda, meskipun kebetulan saja mereka duduk di singgasana. Itupun karena kita yang mendudukkan mereka di sana, bukan?
Ada contoh menarik dari negeri tetangga. Semasa berkuasa dulu, Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi, misalnya setiap minggu menulis satu artikel yang bisa dilanggani oleh rakyatnya via email. Biasanya beliau cerita tentang kegiatannya, kebijakan-kebijakannya dan pandangannya tentang suatu isu. Tapi yang menarik adalah karena beliau suka sekali menyelipkan sentuhan pribadi berupa komentar-komentar kecil tentang musim, tentang kesukannya pada baseball, bahkan pernah beliau memperkenalkan seorang polisi asal Indonesia yang tengah belajar di Jepang tentang cara pengaturan lalu lintas sembari tetap serius membahas soal sistem lalu lintas di negaranya.
Contoh lain adalah Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad yang pernah berjanji untuk menyempatkan diri menulis selama 15 menit setiap minggu untuk menulis blog pribadinya, meskipun sejak pemilu terakhir, dia belum ngeblog lagi. Tulisannya serius, tapi tetap santai dan ditulis dengan gaya yang sangat personal tanpa harus menghilangkan wibawanya sebagai pemimpin negara. Di halaman utamanya blognya juga ditampilkan komentar-komentar pengunjung blognya dari berbagai negara, mulai dari yang memuji sampai yang memaki.
Oke. Bisa jadi semua itu juga dibuat oleh staf humas kepresidenan atas namanya. Bisa jadi! Tapi buat saya, itu justru menunjukkan bahwa para staf humas mereka telah menjalankan tugasnya dengan baik untuk mencitrakan atasannya di mata rakyat! Bukan mencitrakan seorang pemimpin maha besar yang susah dijangkau, tapi seorang manusia seperti saya dan anda. Itu buat saya salah satu kegunaan praktis sebuah blog. Di luar itu sih tinggal baca koran saja.
Bayangkan kalau Pak Beye menyempatkan diri untuk secara pribadi mencurahkan isi hatinya di blog. Bisa seminggu sekali seperti Koizumi-san dan Tuan Ahmadinejad atau seenak udelnya sendiri seperti Opa Fidel Castro. Masak sih tidak ada waktu? Masak sih harus menunggu pensiun? Wong menulis lagu saja bisa beralbum-album.
Sama seperti kita penasaran dengan kehidupan para artis, kita kan juga mau tahu sisi lain seorang presiden. Siapa tahu itu justru membuat kita lebih berempati pada tugas seorang presiden, atau malah bisa dipakai untuk juga menyebarkan kebijakan-kebijakan kepada kita, rakyat dengan cara yang lebih mudah dipahami ketimbang menggunakan bahasa-bahasa tinggi itu.
Jangankan presiden. Seorang menteri seperti Pak Tiffatul Sembiring yang aktif ber twitter saja buat saya menarik karena dia menulis dengan gaya yang personal, lengkap dengan ciri khasnya, pantun! Anak muda sekarang mungkin akan bilang “Pak Tif gaul geto looh” :)
Ayo dong Pak Beye.. Kapan mau ikut “go blog”.. ehm.. maksud saya ikut nge blog?
Permisi..
Salam kenal untuk para Kompasianers
Rane/ JaF

kan SBY sempet nulis lagu, berarti sempet juga dong sekedar nulis blog…atau kompasiana aja yg diintergrasikan ke blog presiden. soalnya tulisan2 kompasiana ini harusnya juga dibaca sama SBY
+1
-1

Salam kenal, Mas. Semoga Pak Beye “nyasar” baca tulisan ini dan mau ikutan ngeblog di Kompasiana…
+1
-1

Salam kenal, Mas. Semoga Pak Beye “nyasar” baca tulisan ini dan mau ikutan ngeblog di Kompasiana…
+1
-1

Seharusnya memang pak Beye aktif ngeblog.
Paling tidak sudah masuk program kerja beliau bahwa dalam seminggu ada waktu 2 jam untuk membaca inspirasi rakyat lewat blog. Setiap menteri juga diwajibkan seperti itu. Dalam rapat kabinet selalu ada yang membahas inspirasi mingguan.
Cara murah dan mudah untuk mendengar suara rakyat.
+1
-1
andai bisa begitu mas. malah menarik ya karena kita bisa tahu jalan pemikiran beliau, ketimbang sibuk menebak2.. apalagi liat ‘penampilan’ beliau terakhir di press conference soal cicak dan buaya hehe
+1
-1

eh, btw, pak sby itu pegangannya blackberry, iphone, nokia seri e atau apa ya? ada yg pernah lihat presiden browsing internet pake henpon gak?
+1
-1
ya saya tahu sih beliau pernah pakei komunikator. entah sekarang. mungkin pake blackberry. Daeng JK aja pakai BB kan
+1
-1

pak Tifatul mesti ngasih les ngeblog kali ya sama pak Beye… yach, sekali pertemuan langsung jadi lah. kan mereka orang2 pinter… ![]()
+1
-1
Guest User